Baca Peringatan/Read Disclaimer

Blog ini berisi cerita berunsur seks, untuk DEWASA. Dilarang membaca cerita ini jika anda:
1. di bawah umur (di bawah 17 tahun)
2. terganggu dengan tema cerita ini
3. hidup di daerah yang melarang membaca cerita bertema seks

This blog contains sex stories, for ADULTS!
If you are offended by these subjects do not even start reading my tale, you will not like them!
If it is illegal to read such filth where you live, please, don't do it!
And if you are underage don't read them!

Daftar Cerita       Kode Cerita       Profile Penulis

Jun 16, 2010

Kejutan di Malam Pengantin (bagian dua)

Malam Pengantin
Ringkasan: Kejutan untuk sepasang pengantin muda berlanjut. Pada kesempatan ini pengantin pria mendapat 'perhatian' ekstra.
Kode cerita: 1st, anal, Blkm, cuckold, gang, humil, mastrb, MM, mult, non-con, oral

Tokoh: (lihat/tutup...)
* David: Suami
* Yulia: Istri
* Codet: Pemberi kejutan 1
* Jangkung: Pemberi kejutan 2


Cerita ini adalah modifikasi dari salah satu cerita favorit saya.
Enjoy...
===

Kejutan di Malam Pengantin (bagian 2)
modified by: VVN

Si Codet bangkit dari antara kedua paha Yulia tanpa bersuara. Posisinya digantikan oleh Jangkung yang merangkak melewati tubuh Yulia sebelum ia sempat melihatnya.

"Oh, jangan!" katanya. Matanya mendelik. Yulia memberontak dengan liar.

Senyum lebar si Jangkung mencemooh Yulia. Ia menurunkan pinggangnya dan mengarahkan batang penisnya ke kemaluan Yulia.

"Jangan! Aku mohon! Aaah!" tangis Yulia yang masih terengah-engah.

Si Codet menarik tubuh David yang masih terikat di kursi lebih dekat ke ranjang. "Lihat bini elu ngentot, yah!" ejeknya. Ya, David melihat dengan jelas. Si Jangkung mengoles-oleskan kepala penisnya ke kelopak vagina Yulia yang sudah sangat basah. Si Jangkung menggunakan cairan cinta istri muda itu untuk melumasi batang kejantanannya. David dapat melihat pinggang istrinya bergerak ke kanan ke kiri berusaha untuk menghindar. David sadar bahwa istrinya tidak berdaya mencegah si Jangkung untuk mengoyak selaput daranya sebentar lagi.

[+/-] tutup/baca lebih jauh...

Si Jangkung tahu tubuh Yulia sudah siap. Orgasme yang baru saja ia nikmati dan liur dari si Codet membuat liang kewanitaannya basah dan cukup licin untuk menyambut penisnya yang besar itu. Ya, waktunya sudah tiba.

"Ah!" David mendengar Yulia mencicit. Yulia merasakan bibir vaginanya terdorong ke samping saat kepala penis si Jangkung menekan masuk.

"Ahhhmmmmm...," si Jangkung mengerang nikmat merasakan hangat dan lembutnya daging yang menyelimuti kepala penisnya. Setelah memompa perlahan penisnya dan menurunkan pinggangnya, si Jangkung akhirnya menemukan celah untuk masuk menyeruak lebih dalam.

"Aghh!" Yulia memekik lagi.

Tangisannya semakin keras saat ia merasakan kemaluannya meregang menjepit batang yang berdenyut-denyut itu.

Sebelumnya ia selalu bermimpi bahwa David-lah yang akan merenggut keperawanannya setelah melewati malam yang romantis berdua. David akan dengan lembut dan penuh cinta menjamah tubuhnya dan mencium bibirnya.

Yulia menarik nafas tajam (hhhh!) saat penis si Jangkung masuk sedikit demi sedikit ke dalam tubuhnya. Terasa olehnya penis itu mendesak dinding dalam kemaluannya yang seakan mengisi penuh seluruh rongga tubuhnya. Yulia khawatir dirinya akan merasakan sakit yang luar biasa, namun ternyata tidak sama sekali.

Si Jangkung tidak terburu-buru melakukan semua ini. Ia tahu Yulia masih perawan. Selain itu ia juga harus berhenti sesekali agar tidak mengalami ejakulasi dini. Ia menekan penisnya masuk ke vagina Yulia dengan perlahan namun pasti. Ia dapat merasakan daging yang lembut dan rapat itu tanpa daya menganga lebih lebar sedikit demi sedikit membuka jalan bagi penisnya.

Di tengah-tengah perjalanan masuknya, si Jangkung merasakan selaput dara Yulia menahan penisnya masuk lebih dalam. Dengan lembut si Jangkung menekan masuk penisnya.

Yulia masih terus menahan nafasnya. Lalu akhirnya, "Ooooghhhhh!" jeritan Yulia menandakan koyaknya selaput daranya itu.

Dengan perlahan si Jangkung melanjutkan penetrasi penisnya sampai ia merasakan kepala penisnya membentur serviks (leher rahim) perempuan di hadapannya. Ini berarti penis si Jangkung sudah terhujam memenuhi sepanjang liang vagina Yulia!

Si Jangkung merebahkan perlahan-lahan badannya ke atas Yulia yang masih terisak. Meski ia menggunakan sikunya untuk menopang tubuhnya, berat badannya menindih Yulia menyerusuk ke ranjang. Yulia memang berawakan pendek, sehingga kepalanya hanya sampai di depan dada si Jangkung.

Si Jangkung menggenjot pinggangnya secara lambat, ia merasakan penisnya melejit di dalam liang yang rapat namun licin itu. "Oohhh... (hh) ahh... (hhh) oohhh... (hh) mmhhhh... (hh)...," erangan rendah si Jangkung berpadu padan dengan erangan tinggi Yulia.

David tidak dapat mempercayai penglihatan dan pendengarannya. Ia melihat batang tebal berwarna gelap milik si Jangkung keluar masuk tubuh istrinya. Penis itu mengkilap karena basah oleh cairan yang diproduksi oleh vagina Yulia. David sudah tidak tahan mendengar suara erang Yulia yang tinggi dan sayup di antara isakan tangisnya.

Lalu si Codet berdiri di samping David. Walau baru saja menumpahkan spermanya ke mulut Yulia, penis si Codet masih keras dan tegang berdiri. Sambil menontoni Yulia disetubuhi, ia mengocok-ngocok penisnya.

"Die bakal gue entot setelah dia selesai!" katanya dengan riang. "YA! Gue bakal ngentot bini elu yang cantik!"

David ingin sekali membunuh mereka berdua.

Si Jangkung kini menggenjot Yulia dengan lebih cepat. Desahan si Jangkung dan Yulia saling bersahut-sahutan. "Aahhhh... (hh)... mmmhhh... (hhh)..." Nafas kedua insan di atas ranjang itu sudah semakin berat. Si Jangkung merasa adanya tekanan yang menggelitik di pangkal penisnya. Ia tahu itu tandanya ia akan segera ejakulasi. Ya, ejakulasi di dalam tubuh perawan dan bahkan mungkin menghamili istri muda ini dengan benih spermanya. Keperawanan Yulia sudah ia renggut. Keperawanan Yulia sudah menjadi miliknya, selamanya!

Penis si Jangkung semakin peka atas balutan dinding vagina Yulia yang terasa begitu panas, licin dan lembut. Cairan spermanya sudah menggelegak, berkumpul dan bersiap untuk tersembur keluar.

Yulia yang merasakan penis si Jangkung semakin panas dan juga semakin dalam menghujam rahimnya, dapat menebak gejala-gejala ejakulasi pria yang berada di dalam tubuhnya. Mengetahui apa yang akan terjadi sebentar lagi, Yulia berteriak, "Stophh! (hhh)... Jangaaaanh!!"

Air matanya mengalir deras saat ia merasakan lahar sperma yang dimuntahkan dari mulut penis si Jangkung menerjang deras dinding vaginanya. Sperma si Jangkung menyembur-nyembur tak ada hentinya.

Akhirnya penis itu berhenti mengeluarkan sperma. Sambil mengerang si Jangkung menarik penisnya yang mulai melembek keluar dari tubuh Yulia yang menggeliat. Baru saja ia merebahkan tubuhnya di samping Yulia, si Codet sudah mengambil posisi di selangkangan Yulia menggantikan si Jangkung.

Si Codet merebahkan tubuhnya untuk mencium Yulia. Yulia sudah tidak lagi memberi perlawanan. Bahkan istri muda itu hampir-hampir tidak bergeming saat si Codet menyusupkan penisnya ke dalam tubuhnya. Penis si Codet tidak sebesar milik si Jangkung dan terlebih lagi vagina Yulia sudah sedikit melar oleh si Jangkung dan sudah terlubrikasi sempurna. Tak lama kemudian, pinggul si Codet sudah menggenjot tubuh Yulia.

"Heh, apa kata gue!? Gue bakalan ngentot bini elu!" katanya menyombongkan diri kepada David. Sambil menyetubuhi Yulia, si Codet memandangi David. Melihat kegeraman di wajah David hampir senikmat menggenjot penisnya keluar masuk vagina istri David. Si Codet klimaks jauh lebih cepat daripada si Jangkung.

Setelah itu, dengan penis yang melembek, kedua pria itu duduk di kanan dan kiri Yulia yang masih terborgol ke ranjang.

David berusaha untuk menyembunyikan ereksinya. Ia tidak mempercayai dirinya sendiri menjadi terangsang secara seksual melihat kedua pria itu memperkosa istrinya yang masih perawan. Namun bukti nyata lewat tonjolan besar di selangkangan celananya tidak dapat dipungkiri. Ia memang sudah mempersiapkan dirinya untuk malam pengantinnya, namun apa yang mereka alami sekarang benar-benar di luar apa yang sudah ia rencanakan.

"Brur, liat tuh!" kata si Codet sambil menunjuk David. Si Jangkung yang sedang mengagumi bukit payudara Yulia yang padat berdiri di dadanya, menoleh ke arah David. Tonjolan di celana David dapat dengan mudah terlihat. Kedua pria itu saling bertatapan dan senyum lebar menghiasi wajah mereka.

Kedua pria itu bangkit berdiri meninggalkan Yulia yang terborgol telanjang di atas ranjang. David meronta-ronta melihat kedua pria itu menghampirinya. Ia tidak dapat kabur kemana-mana.

Si Jangkung memegangi tangan David sementara si Codet melepaskan ikatan tali David. David masih terborgol dan tekanan borgol itu menyakiti pergelangan tangannya saat si Jangkung menarik borgol itu ke atas. David mengerang kesakitan begitu tubuhnya tegak berdiri oleh tarikan si Jangkung. Rasa sakit dari bekas tonjokan-tonjokan si Codet di perutnya muncul lagi. Si Codet duduk di bangku David lalu meraih resleting David.

David menggeliat dan mencoba untuk menghindar. Si Jangkung memiting kepala David lalu menarik borgolnya lebih tinggi lagi sehingga tubuhnya tertahan.

"Jangan bergerak!" perintah si Jangkung. David tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Ia merasakan celananya jatuh ke lantai yang diikuti oleh celana dalamnya. Ia merasakan angin semilir berhembus di penisnya yang sudah mengeras itu.

"Haaaalllooo!" ejek si Codet. "Keliatannya si akew udah siap untuk ngebor malem ini!"

David terkejut saat ia merasakan tangan si Codet menggenggam penisnya. Erangannya yang terbungkam oleh lakban terdengar sayup. David memutar-mutar pinggangnya untuk lepas dari tangan si Codet. Dan usahanya berhasil, penisnya lepas dari genggaman si Codet.

Lalu David mengerang lagi. Si Jangkung menarik borgol David lebih tinggi lagi sambil merapatkan pitingannya. David hampir tidak dapat bernafas.

"Jangan bergerak!" kata si Jangkung di telinga David. Tubuh David menggigil saat ia merasakan tangan itu lagi. Si Codet mengocok perlahan penis David! David belum pernah dijamah penisnya oleh laki-laki. Hanya Yulia-lah yang sesekali merangsang penisnya sampai ejakulasi saat mereka berciuman dan bercumbu.

Dengan nafas yang terengah-engah David meronta-ronta dalam pitingan si Jangkung. Jari-jari si Codet kencang melingkari penis itu dan bergerak naik turun dengan perlahan sepanjang batang kemaluan David. Dengan penuh malu, David melenguh panjang saat birahinya semakin menggelegak. Nafsu badaniah yang tidak dapat ia kontrol.

"Kayanya kita perlu kasih dia ngentotin bininya nih!" kata si Codet minta persetujuan si Jangkung.

"Hmmm...," si Jangkung bergumam tanda setuju. Ia menarik David ke ranjang. Yulia melihat apa yang mereka kerjakan dan menggeliat tanpa hasil saat kedua pria itu memaksa suaminya ke antara pahanya.

Si Codet mengikat kedua pergelangan kaki David menjadi satu. Lalu ia menggenggam penis David. Saat si Jangkung menekan dengan perlahan tubuh pemuda yang terborgol itu turun, si Codet mengarahkan penis David yang berereksi ke dalam vagina Yulia.

Pasangan pengantin muda itu menggeliat-geliat tanpa daya dipaksa melakukan hubungan intim suami istri oleh dua pria asing di malam pengantin mereka. David mendapati kelopak kewanitaan Yulia yang terasa hangat dan licin membalut kepala penisnya. David jadi teringat bahwa ia adalah laki-laki ketiga yang menyetubuhi istrinya. Ia merasakan tubuh Yulia menggeliat ditiban tubuhnya. Ia mendengar istrinya menangis, namun dengan mulutnya yang masih terlakban, ia tidak dapat menghiburnya.

Tangan si Jangkung menekan pinggul David ke bawah dan si Codet mengayunkan penis David lebih dalam masuk lipatan bibir vagina Yulia. David meronta untuk melepaskan diri. Ia tidak mau memasuki tubuh istrinya dengan kondisi seperti ini. Namun usahanya sia-sia. Ia dapat merasakan penisnya meluncur masuk ke dalam rongga vagina Yulia. Pinggul Yulia berayun pada saat pangkal penis suaminya mendorong tulang panggulnya.

"Ayo! Ngentot!" si Jangkung memberi semangat. Telapak tangannya yang menutupi bulatan pantat itu menggenjot pinggul David. David merasakan penisnya keluar masuk memompa lubang vagina Yulia. Ia berusaha untuk mengabaikan gelitik rangsangan seksual yang ia rasakan. Namun ia tidak berhasil.

"Sini gue coba!" kata si Codet. Si Jangkung pindah ke kepala ranjang dan memegangi David agar tetap berada di atas Yulia. Si Codet mengoleskan pelumas di jari-jarinya lalu berlutut di samping David. Tangan kirinya diletakkan di atas pantat David dan jari-jarinya meregangkan belahan pantat pemuda itu.

Berusaha untuk kabur, tubuh David menggeliat-geliat yang efeknya justru membuat Yulia mendesah-desah. Jari tengah si Codet yang licin dan terlubrikasi menekan masuk ke dalam anus David.

Pinggul David menggelinjang-gelinjang sehingga penisnya semakin cepat mengocok keluar masuk vagina Yulia. David merasakan jari itu semakin lama semakin dalam bergerilya di dalam duburnya. David menjatuhkan kepalanya ke atas ranjang tepat di samping istrinya.

"Mmmmgghh... (hh)... nnnhhhh... (hhh)... mmmhhhh...," David menangis dan mendesah silih berganti selama jari si Codet mengentot anusnya sementara dirinya mengentot istrinya.

"Pantat bocah ini asyik juga!" seru si Codet. Ia sudah menyodomi banyak orang sewaktu masih di penjara. Namun pantat David benar-benar istimewa! Halus dan ketat, memang jenis yang ia sukai. Kemudian ia menambahkan jari telunjuknya masuk ke anus David.

"Unnnnnnhhhhhh...," David menggeliat dan melenguh merasakan duburnya meregang.

Si Codet mencondongkan badannya ke depan dan bertanya, "Elu tau apa yang kita-kita lakukan terhadap akew-akew di penjara?"

Tubuh David menggigil saat jari-jari si Codet melejit keluar dari anusnya. Lalu ia meronta sejadi-jadinya saat ia merasakan penis si Codet di belahan pantatnya. Si Jangkung menarik borgol di tangan David ke atas sampai akhirnya David berhenti meronta.

Lakban di mulutnya meredam teriakan David saat penis si Codet yang panjang dan agak ramping menyelinap masuk ke anusnya. Tubuh Yulia semakin tertekan ke bawah oleh berat tubuh dua pria di atasnya. Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ia hanya tahu bahwa sekarang David mengentot vaginanya dengan lebih kasar, jauh lebih kasar dibanding kedua pria sebelumnya.

Penis si Codet bergerak semakin terjerumus masuk ke dalam tubuh David. Anus David lembut dan ketat seperti remaja muda. Melewati bahu David, si Codet dapat melihat istrinya.

Si Jangkung menggeser kepala David ke samping sehingga ia dapat mencium Yulia. Bibir Yulia yang lembut bergetar atas pagutan si Jangkung.

Si Codet dapat merasakan spermanya sudah semakin tak terbendung lagi. Walau dengan ini dia harus kembali bersemayam di penjara, ia sangat rela.

David rupanya juga sudah lepas kontrol atas tubuhnya. Ia mendapati penisnya berdenyut tidak karuan saat luapan-luapan sperma muntah dari tubuhnya secara paksa. Ia merasakan Yulia menggeliat-geliat di bawah tindihan tubuhnya. Lenguhan Yulia teredam oleh lidah si Jangkung yang meliuk-liuk di dalam mulutnya.

David mendesah panjang saat si Codet menghujamkan penisnya dalam-dalam untuk yang terakhir kalinya. Ia merasakan kehangatan menjalar di bokongnya dan kehangatan itu seakan mendesak luber ke seluruh tubuhnya. Ia tahu apa yang baru saja terjadi. Ia secara resmi sudah diperkosa oleh seorang pria! Pria yang sama yang telah memperkosa istrinya. Tubuhnya gemetar penuh malu sementara ia merasakan penis si Codet berdenyut-denyut menyemburkan seluruh spermanya ke dalam anusnya dan mencemarkan tubuhnya.

Si Jangkung puas melihat temannya mengosongkan benihnya ke dalam tubuh David. Ia terlebih puas lagi melihat David dipaksa ejakulasi di dalam vagina istrinya sendiri. Ia masih terus menciumi bibir Yulia saat si Codet menarik penisnya dari dalam anus David. Kemudian si Codet menggelindingkan David yang masih terengah-engah ke sebelah tubuh istrinya. Penis David yang sudah loyo dan melembek itu tergolek pasrah dengan lelehan sperma yang tercecer di dekat kemaluannya.

Si Codet dan si Jangkung memandangi tubuh telanjang Yulia. Tanpa berkata apa-apa, si Jangkung meraih lakban dan membungkam mulut Yulia dengan lakban itu. Si Codet membuka borgol di kaki Yulia lalu membalikkan tubuh perempuan cantik itu sehingga wajahnya menghadap ke ranjang. Setelah itu si Codet menyeret David duduk di atas kursi dan kembali mengikatnya erat-erat dengan tali.

Si Jangkung berlutut di atas ranjang di antara paha Yulia dengan penis besarnya yang sudah pulih. Penis itu berdiri menantang, tegang dan keras. Dengan penuh cemas, David melihat kedua tangan si Jangkung mengelus-elus pantat Yulia!

Si Codet merobek lakban dari mulut David. Penis si Codet sudah berada di hadapan David. Penis itu terlihat masih basah sejak keluar dari anusnya.

"Ayo isep!" raung si Codet. David memalingkan wajahnya ke samping.

"Hisap! Atau elu mau pantat bini elu digarap die?!" ancam si Codet.

David melihat Yulia menggeliat-geliat saat jari-jari si Jangkung meregangkan belahan pantatnya. Jarinya yang besar mengacung dan mengkilap oleh pelumas. Lakban meredam teriakan Yulia begitu si Jangkung dengan perlahan menekan jarinya masuk ke dalam anusnya.

"Stop!" teriak David dengan suara yang parau.

"Ayo isep!"

Si Codet menekan penisnya ke bibir David. Lalu terdengar lagi erangan Yulia. David menoleh dan melihat pantat istrinya menggeliat saat jari si Jangkung keluar masuk anusnya dengan perlahan.

"Cepat isep kalo elu nggak mau liat dia disodomi!"

"Jangan!" kata David mengiba, "Dia bisa mati kesakitan."

"Kalo begitu: ISEP!"

David ragu untuk beberapa saat. Harga dirinya yang sudah semakin hilang membuat tubuhnya bergetar. David mendengar Yulia mulai menangis lagi. Ia melihat si Jangkung melumuri penisnya dengan pelumas. Ia tidak dapat membiarkan hal ini terjadi.

Si Codet melihat David akhirnya menyerah. David menoleh ke depan lalu membuka mulutnya. Si Codet mengarahkan batang penisnya masuk ke dalam mulut pemuda itu.

"Buka yang lebar! Nah begitu. Ayo, sekarang jilat!"

David mengerang begitu merasakan penis si Codet bergerak keluar masuk mulutnya. Ia sedang melayani pemerkosa istrinya. Biadab ini sudah memperkosa mereka berdua!

Tenggelam dalam kenikmatan, si Codet melenguh panjang. Walau sudah berumur 24, David sebenarnya adalah laki-laki alim dan lugu dibandingkan dengan laki-laki yang pernah si Codet nikmati waktu di penjara. Sudah pasti belum ada penis yang pernah masuk ke dalam mulut David, jadi ia harus mengajari bagaimana melakukannya dengan benar. Membuat David patuh membuatnya sangat terangsang hampir setara dengan sensasi di penisnya.

Dengan kedua tangannya, si Codet menahan kepala David. Ia memandang ke bawah, menatap wajahnya yang halus dan masih muda itu, melihat bibir David melumat sepanjang batang kemaluannya. Si Codet bersiap-siap untuk memasuki klimaks dengan menguatkan cengkraman tangannya untuk menahan kepala David.

Melihat gejala-gejala yang sudah ia kenal ini, David mencoba untuk memutar kepalanya, namun sia-sia saja. Si Codet menancapkan penisnya masuk sepenuhnya sampai ke pangkal tenggorokan David yang membuatnya tidak mampu mengatupkan rahangnya untuk menggigit. Rontaan-rontaan David untuk kabur seakan mengipasi api birahi si Codet jadi bertambah besar.

Akhirnya sperma si Codet yang terasa seperti lahar panas itu tersembur ke dinding tenggorokan David sampai memenuhi mulutnya. Si Codet terus memegangi kepala David sambil dengan gerakan lambat menggenjot pinggulnya sampai ejakulasinya selesai.

Setelah selesai, ia menarik penisnya dari mulut David. David menopang tubuhnya dengan kedua tangannya bersujud di atas lantai sambil megap-megap seperti mau muntah.

Sementara itu Yulia menjerit-jerit dalam lapisan lakban di mulutnya. Si Jangkung kini sudah menggunakan tiga jarinya keluar masuk anus istri muda itu. Tanpa Yulia sadari, pinggulnya menggeliat-geliat dan bokongnya berayun seirama dengan jari-jari si Jangkung. Dengan jari-jari yang masih bekerja di anus itu, si Jangkung memposisikan dirinya mendekat bokong Yulia. Dengan cepat ia menggantikan jari-jarinya dengan penisnya yang sudah keras itu.

"Gila, rapet bener nih!" kata si Jangkung bangga.

"Stop! Jangaaan!" seru David yang melihat tepat pada saat penis si Jangkung menyeruak masuk anus Yulia yang meronta-ronta.

"Kalian tadi sudah berjanji!" protesnya.

Si Codet menggeplak kepala David.

"Tutup mulut! Gue bohong, tau?! Ayo sini! Liat bini elu disodomi sama laki-laki tulen!"

David menggeleng-gelengkan kepalanya saat si Codet memasang lakban lagi di mulutnya. Setelah itu ia menyeret kursi David mendekat ke ranjang. Dari sana David dapat melihat bulatan pantat Yulia yang putih halus, kontras terhadap penis si Jangkung yang hitam mengkilap keluar masuk dubur istrinya. Kedua tangan si Jangkung meraih ke depan, meremas-remas buah dada istri muda itu.

Yulia kini sudah tidak berteriak-teriak lagi. Yang terdengar dari mulutnya hanya suara desah dan nafas yang berat. "Mmmmhhhhh... (hh)... mmpphhh... (hh)... ghhh.. (hhh)..."

Yulia masih berusaha untuk melepaskan dirinya dari situasi ini. Pinggangnya meliuk-liuk dan pantatnya berayun kesana kemari. Namun gerakan-gerakan Yulia ini hanya melipatgandakan sensasi kenikmatan yang si Jangkung rasakan. Sensasi dari lubang anus Yulia yang halus, rapat dan hangat itu dan sensasi dari tubuh Yulia yang menggeliat-geliat akan terpatri seumur hidup dalam ingatan si Jangkung.

Si Jangkung butuh waktu yang lama sekali untuk klimaks. Dan akhirnya ia menoleh ke David. Wajah David yang penuh malu dan takut itulah yang memicu pistol seksnya.

Yulia merasakannya! Walau jauh di dalam rongga tubuhnya, ia merasakannya! Ia berteriak namun teredam oleh lakban di mulutnya. Luapan sperma panas dari pemerkosanya membanjiri liang duburnya. Dengan liar ia menarik-narik pergelangan tangan dan kakinya yang terborgol, namun ia tetap tidak dapat kabur dari kenyataan. Lalu ia merasakan tangan si Jangkung menarik tubuhnya dan membelai rambutnya sementara lelehan spermanya luber terpompa habis.

Si Jangkung terbaring lemas menindih Yulia sampai penisnya melembek di dalam anus itu. Akhirnya si Jangkung menariknya keluar. Ia menyempatkan diri untuk meremas bulatan pantat Yulia untuk terakhir kali. Setelah itu ia menyibak rambut Yulia dan mencium lehernya.

"Elu bener-bener dahsyat," bisik si Jangkung.

"Gue udah nggak sanggup nih. Elu gimana?"

"Udah cukup. Gue butuh istirahat nih."

"Ayo sini, kew!" si Codet melepaskan ikatan tali David. Ia menyeret tubuh David yang sudah lemas ke ranjang dan menidurkan tubuhnya di samping istrinya yang terisak.

Sebelum mereka beranjak dari bungalow itu, si Codet berkata, "Kunci borgol gue taroh di meja makan. OK? Silakan buka sendiri borgol-borgolnya!"

Si Jangkung menoleh ke belakang mendapati kedua pengantin itu tergolek lemas di atas ranjang.

"Selamat berbulan madu!" ejeknya sambil mematikan lampu.

David mendengar daun pintu bungalow ditutup yang diikuti oleh langkah-langkah kaki yang semakin menjauh. Setelah itu, hening.

(END)

Baca cerita sebelumnya « Bagian 1





3 comments:

  1. Wadoh... Kok jadi homo-an seh.. Langsung letoy dah wkwkwkwkwkwkwkwk.... Cerita selanjutnya apa neh??? Ditunggu loh..

    ReplyDelete
  2. hahaha... iya, saya sempet ragu sih untuk masukin unsur 'gay' di cerita ini, soalnya termasuk tema yang sensitif.
    tapi saya rasa cerita ini masih masuk dalam kategori utama dari cerita-cerita blog saya: non-consentual sex (seks secara paksa), walopun ceritanya cowo vs cowo.

    Cerita yg mau saya garap selanjutnya ada kemungkinan saya masukin unsur thriller or horrornya.

    ReplyDelete